Kenali Ciri Tubuh Terkena “Appendicitis”

PENYAKIT radang usus buntu atau appendicitis bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi usus buntu yang meradang. Beberapa faktor penyebab terjadinya appendicitis adalah:

– Infeksi bakteri. Bakteri dapat menginfeksi bagian appendiks yang menyebabkan peradangan pada daerah tersebut.

– Penyumbatan appendiks. Tumbuhnya jaringan limfe, tinja, tumor appendiks dan cacing askaris dapat menyebabkan penyumbatan appendiks. Ruang dalam appendiks sangat sempit, sehingga bahan-bahan buangan atau benda asing di atas yang terperangkap di dalam appendiks dan menyebabkan penyumbatan menyebabkan radang yang hebat dan dapat menimbulkan infeksi.

– Hambatan aliran lendir ke sekum. Appendiks menghasilkan lendir 1-2 ml per hari, lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lubang apendik dan selanjutnya mengalir ke sekum. Terhambatnya aliran lendir dari appendiks tersebut akan membentuk sumbatan pada appendiks yang menimbulkan peradangan pada daerah appendiks dan infeksi pada appendiks.

Gejala utamanya adalah sakit di bagian perut. Lokasi nyeri yang muncul mungkin akan bervariasi, hal ini tergantung pada usia dan posisi usus buntu. Pada anak kecil atau perempuan hamil, sakit yang muncul mungkin berada di tempat berbeda. Kadang ketika perut sakit orang jarang yang berpikir itu usus buntu tapi menduganya maag. Tapi sebenarnya gejala radang usus buntu sangat khas. Tanda-tanda gangguan pada usus buntu, yaitu: rasa sakit yang dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan perut; rasa sakit akan semakin terasa selama beberapa jam; rasa sakit akan semakin timbul jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan; nyeri yang memburuk ketika sedang batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain yang mengguncang tubuh; kehilangan nafsu makan; mual dan muntah karena adanya hambatan pada usus; demam; sembelit; ketidakmampuan untuk membuang gas; diare; serta perut yang terlihat membengkak.

Benarkah makanan biji-bijian penyebab usus buntu?

Selama ini orang banyak beranggapan usus buntu terjadi karena sering makan biji-bijian yang sulit dikunyah halus. Anggapan seperti itu tidak benar tapi juga tidak salah. Memang radang usus buntu terjadi karena ada penyumbatan di wilayah ini. Penyumbatan ini yang paling sering adalah dari sisa-sisa makanan yang berupa tinja atau feses.

Sisa-sisa makanan dan tinja yang mengeras akan terjebak di lubang rongga sehingga menimbulkan penyumbatan. Penyumbatan ini membuat bakteri atau virus terperangkap di dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Nah, infeksi inilah yang membuat radang usus buntu.

Konsumsi cabai atau jambu beserta bijinya seringkali tidak tercerna dengan baik, sehingga masuk ke dalam saluran usus buntu sebagai benda asing. Makanya untuk mencegah peradangan usus buntu disarankan sering mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah. Hal ini karena serat yang dikonsumsi bisa membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu lama berada di dalam usus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s