GOLF PUN BISA BIKIN CEDERA

Golf terkesan sebagai olahraga yang tidak menguras tenaga. Cukup berdiri di dekat bola, konsentrasi sejenak, ayunkan tongkat untuk memukul bola, lalu jalan atau naik kereta golf. Kelihatannya cuma begitu. Tapi ternyata olahraga ini juga menyimpan potensi cedera. Dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO. mencoba mengungkapkannya.

Dari sekian banyak cabang olahraga menggunakan bola, golf termasuk salah satu yang unik. Umumnya pemain akan “kalang kabut” ke sana kemari untuk mencapai bola yang selalu bergerak. Pemain pun wajib untukngos-ngosan.

Pada golf, pemain tak perlu sesibuk itu. Bola yang hendak dipukul diam di dekat kakinya. Dia cukup berdiri dengan club (tongkat golf) di tangan, konsentrasi sejenak, dan memukul bolanya. Setelah itu, dia tinggal jalan “santai” atau naik kereta golf mendekati bola untuk memukulnya kembali, dan seterusnya hingga akhir permainan tercapai.

Dia tidak perlu lari-lari hingga berkeringat, apalagi harus sampai “kehabisan napas”. Ketrampilan seorang pemain golf sangat tergantung pada kemampuan yang diperhitungkan, bukannya pada kondisi refleks yang cepat, seperti pada tenis atau baseball misalnya.

Namun, jangan kira pemain olahraga, yang namanya berasal dari kosa kata Belanda kolf dan berkembang pertama kali di Skotlandia, ini akan bebas dari kemungkinan cedera. Tetap saja ada kemungkinan seorang pemain golf menderita cedera bila olahraga bergengsi ini tidak dilakukan secara benar.

Jangan pula dikira pemain olahraga ini tidak membutuhkan kekuatan fisik dan mental. Atlet olahraga ini tetap memerlukan koordinasi dari kemampuan otot, konsentrasi dan kemampuan pikiran (faktor psikologis), penampilan dengan gengsi besar (faktor sosial), serta pemeriksaan kesehatan yang memadai.

Dari leher sampai kaki

Pada olahraga golf, hampir semua bagian tubuh memiliki kemungkinan untuk menderita cedera. Cedera itu bisa terjadi ketika mengayun tongkat golf dan memukul bola, berpindah tempat menggunakan kereta golf, menunggu giliran memukul kembali, bahkan bisa pula terjadi akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Ketika mengayun tongkat golf dan memukul bola, cedera kemungkinan terjadi pada leher dan otot. Cedera pada leher biasanya terjadi akibat mengayun tongkat, mengayun kaki secara berlebihan pada waktu berdiri, dan mata mencoba terus memusatkan pandangan pada bola.

Sedangkan cedera otot biasanya terjadi karena pemain berlatih berlebihan atau karena putaran yang kurang betul dan keras saat memukul. Otot yang terkena cedera adalah otot-otot trapesius (otot pada kiri kanan leher ke arah bahu) dan juga ligamentum NUCHAE (urat yang terentang antara dasar tengkorak ke arah antara tulang belikat)

Sedikit turun dari leher, daerah tulang punggung bisa pula didera cedera. Biasanya, ini terjadi karena cedera otot, sendi, atau iritasi pada jaringan saraf. Bedanya di sini, tulang punggung dilindungi atau ditunjang tulang-tulang rusuk, sehingga daerah ini lebih jarang mengalami cedera. Pemain yang telah berusia lanjut, dengan tulang lemah sekali, bila memukul terlalu kuat dapat mengalami fraktur (patah tulang) pada badan dari ruas-ruas tulang belakang atau tulang-tulang rusuk. Dapat pula terjadi rasa nyeri sedikit di antara tulang-tulang rusuk karena terjepitnya serabut-serabut saraf di tempat itu.

Pada tangan, cedera bisa menimpa ibu jari tangan kiri (pada pemain bukan kidal) karena pemain merilekskan pegangan tangannya pada puncakback swing. Rasa sakit pada telapak tangan dasar ibu jari dapat terjadi secara akut, dengan rasa nyeri tekan pada tendon-tendon serta otot fleksor dan aduktor (otot pada lengan bawah). Selain itu, dapat pula timbul rasa sakit pada punggung pergelangan tangan kiri.

Penyebabnya, iritasi pada tulang stiloidem (salah satu tulang pada pergelangan tangan) atau tarikan berulang-ulang pada tempat melekatnya tendon otot-otot ekstensor pada tulang-tulang metakarpal ke-2 dan 3 (tulang-tulang pada telapak tangan). Rasa sakit pada punggung pergelangan tangan kiri ini biasanya terjadi pada mereka yang sering sekali berolahraga golf, terutama kalau pukulannya mengenai tanah. Sebaliknya, punggung tangan bagian kanan jarang mengalami cedera.

Bagian tubuh lebih rendah lagi, yakni daerah pinggang, juga sering mengalami cedera akibat olahraga golf. Cedera ini terjadi lantaran penekanan/pembebanan, sikap badan kurang baik (biasanya karena pinggang melengkung ke depan atau lordotik), apalagi mengingat kenyataannya banyak orang yang otot-otot perutnya kurang kuat.

Sedangkan cedera pada pinggang yang kronis dapat terjadi karena berdiri terlalu lama, memukul pada tempat-tempat sulit, berulang kali membongkok dan tegak kembali, dan menunggu terlalu lama. Cedera ini terutama sering terjadi pada turnamen yang cukup panjang waktunya.

Sakit pada pinggang dapat pula terjadi gara-gara kereta golf. Kereta ini biasanya tidak memiliki sandaran yang cukup baik bagi pengendaranya. Maka, ketika kereta mendadak bergerak, pinggang penumpangnya akan melengkung ke belakang secara mendadak pula. Atau, ketika kereta bertenaga listrik dari baterai ini memantul-mantul dengan keras bila dikendarai di tempat kasar atau kurang rata. Akibatnya, pemain golf yang menggunakan sarana tersebut bisa menderita sakit pinggang.

Turun lagi ke bawah, bagian pinggul, lutut, pergelangan kaki, dan kaki juga rawan terhadap cedera. Pada bagian-bagian tersebut cedera bisa terjadi lantaran jalan cukup lama dan berdiri terlalu lama ketika bermain. Tanda-tandanya, rasa sakit pada sendi, pembengkakan, atau terbatasnya gerak. Bila yang bersangkutan tergolong gemuk berlebihan, kemungkinan mengalami cedera pada bagian ini lebih besar karena sendi-sendinya mendapat beban terlalu berat.

Selain hal-hal yang telah disebutkan tadi, cedera juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Cedera akibat panas, misalnya. Cedera ini dapat terjadi bila yang bersangkutan tidak memakai topi ketika bermain di siang bolong. Cederanya dapat berupa head stroke atau cedera kulit. Bahkan, tak menutup kemungkinan ia terkena serangan kanker kulit, bila ketika bermain di bawah terik matahari, perlindungan terhadap tubuh tidak memadai.

Untuk mencegah terjadinya berbagai cedera tadi, pemain harus cukup melakukan latihan-latihan, terutama yang menguatkan otot-otot perut dan sekitar tulang punggung agar tetap lentur. Juga latihan yang menguatkan lutut. Sebelum memulai bermain golf, jangan lupa melakukan pemanasan yang cukup, terutama untuk pinggang. Sepatu yang digunakan tepat ukurannya. Pemain juga harus cukup minum, karena selain bermain di tempat yang panas, di lapangan juga banyak angin yang membuat badan pemain kehilangan banyak cairan, sehingga mudah terjadi kejang otot, dehidrasi (kurang cairan), dan lain-lain.

Faktor fisik dan mental

Selain terhadap kemungkinan cedera, pemain golf juga perlu memberikan perhatian terhadap koordinasi dari kemampuan otot. Ayunan pukulan dalam olahraga golf memerlukan sikap berdiri dengan posisi kaki mantap, pegangan kuat, perimbangan baik, dan timing tepat. Yang diperlukan lainnya, pemutaran dan pembengkokan serta pelurusan pergelangan tangan dan siku, serta pengayunan kedua lengan yang membuat kedua sendi bahu berotasi. Dalam hal ini bahu kanan kebanyakan pada posisi aduksi (dekat badan) dan yang kiri bergerak dari posisi aduksi sampai posisi abduksi (menjauhi badan) sepenuhnya. Juga, memutar badan dan pinggul kemudian mendorong dengan entakan ke samping. Semua gerakan-gerakan tadi tidak menyebabkan kepala dan leher bergeser dari posisinya di tengah-tengah.

Pemain golf yang baik harus pula dapat mengonsentrasikan pikiran dan kemampuannya sampai suatu tingkatan yang istimewa, sehingga gangguan-gangguan dari luar dapat terabaikan. Juga berpikir secara positif mengenai cara terbaik untuk melakukan pukulan dan mempunyai kepercayaan diri menentukan kemampuan terbaiknya.

Keputusan yang baik/tepat dapat terus berkembang dengan tumbuhnya pengalaman, sehingga ia dapat mengetahui dengan tepat apa yang harus dilakukan pada setiap pukulan, tergantung pada letak bola dan keadaan setiap hole, yang tentunya banyak perbedaannya, tergantung pada cuaca dan kondisi tanah tempat bola akan mendarat. Faktor psikologis ini mempengaruhi pemilihan tongkat golf dan keputusan bagaimana bola harus dipukul.

Dari aspek sosial, golf biasanya dilakukan dengan penampilan dengan gengsi besar. Permainan ini juga melibatkan nafsu atau semangat yang membakar jiwa pemainnya. Dampak dari gengsi tadi tentu sesuai dengan tingkat kemampuan yang bersangkutan pada pengekangan dirinya. Biasanya memang selalu ada emosi, baik tampak ataupun tidak. Reaksi seseorang terhadap kejengkelan-kejengkelan lawannya atau rasa ketidakpuasan dapat merusak permainan bila tidak dapat dikendalikan. Ternyata bakat dan kombinasi antara kekuatan dan ketrampilan dapat memberikan pengaruh sangat baik pada kejiwaan si pemain untuk mencapai kemenangan dalam permainan golf-nya.

Yang tak kalah penting dalam olahraga ini adalah faktor pemeriksaan kesehatan. Kalau kita perhatikan, di banyak lapangan golf, terdapat hanya sedikit pembatasan pada pemain olahraga golf. Dulu memang hanya ada sedikit informasi mengenai apa yang harus diperiksa secara klinis sebelum seseorang bermain. Sekarang, setelah hal ini didiskusikan dengan banyak dokter spesialis, disimpulkan bahwa pemeriksaan klinis tak dapat menentukan batasan-batasan bagi pemain golf.

Pembatasan mekanis sebaiknya didasarkan terutama pada percobaan waktu bermain golf. Rasa sakit merupakan faktor pembatas utama. Masalah-masalah pada peredaran darah dan jantung merupakan masalah lain dan akan lebih jelas setelah diadakan pemeriksaan fisik. Namun, ada yang berpendapat masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan kereta golf.

Memang kehilangan anggota badan membatasi pengembangan ketrampilan, tetapi tidak sepenuhnya menjadi pengalang bagi seseorang untuk berolahraga golf. Ada juga yang tetap dapat berolahraga golf dengan menggunakan lengan atau tungkai artifisial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s