Cintai Usus Kita

Setiap hari, usus bekerja keras menyerap asupan yang dikonsumsi tubuh. Selain menjaga pola makan, yang tak kalah penting adalah menjaga usus agar senantiasa bekerja dengan baik sehingga tubuh pun tetap prima.

Makan dan minum adalah aktivitas manusia yang tak mungkin terlewatkan. Coba Anda hitung, berapa kali dalam sehari Anda memberikan asupan pada  tubuh? Jangan lupa masukkan juga camilan yang dikudap. Jika Anda makan tiga kali sehari, maka dalam 30 hari, 90 kali pula tubuh bekerja keras mencerna dan menyerap nutrisi hingga akhirnya terbentuklah feses alias kotoran.

Proses panjang ini tak mungkin dilakukan sendiri oleh tubuh, karena itulah terdapat system pencernaan (kerongkongan, lambung, usushalus, ususbesar, rektum) dalam tubuh manusia yang mengawalnya agar asupan bisa optimal terserap. Bagaimana ia bekerja dan bagaimana cara kita menjaganya agar system pencernaan bisa bekerja secara optimal? Simak penjelasan berikut.

KerjaKeras Sang Usus

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa usus harus dijaga dan dicintai? Jawabannya mudah sekali. Ketika perut terasa tak nyaman karena system pencernaan yang tak lancar, tentunya akan menggangu kondisit ubuh Anda. Jadi, terasa kan betapa pentingnya usus sehingga kita harus merawat nya dengan baik.

Lantas bagaimana cara kerja usus sehingga membuat manusia bisa beraktivitas secara normal? Seorang pakar gizi yang mengomandani sebuah produk minuman fermentsi yang kaya akan probiotik menjelaskan, makanan dan minuman yang masuk melalui mulut kekerongkongan lalu dicerna di dalam lambung. Dalam organ ini, terdapat asam lambung yang ampuh membunuh mikroba jahat yang terkandung dalam asupan.

Setelah proses itu selesai, asupan kemudian dipilah-pilah di dalam usus kecil menjadi ukuran yang lebih kecil. Organ ini terbagi menjadi usus halus dan usus besar.Dari mulai karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin diserap di usus halus. Sederhananya, usus halus menyortir semua asupan yang masuk kedalam tubuh manusia. Uniknya, usus melakukan semua kerja keras inis endiri. Lebih detailnya, di dalam usus terdapat jonjot (mirip seperti tonjolan) yang menyempurnakan proses penyerapan asupan.

Di dalam usus halus sendiri terdapat 100 triliun mikro organisme yang membantu pencernaan bekerja dengan baik. Bandingkan dengan jumlah mikro organism dari kepala hingga kaki, hanya setengahnya dari yang dimiliki oleh usus. Mikro organisme ini tak sekali diproduksi, melainkan terus menerus tanpa henti sehingga system pencernaan tak kekurangan amunisi untuk memperlancar metabolisme tubuh. Selesai di usus halus, zat-zat yang larut oleh air diserap oleh usus besar lalu dibuang kerektum menjadi kotoran. Keseluruhan proses ini memakan waktu 24-72 jam pada manusia dewasa dalam kondisi  prima. Karena memakan waktu yang tak singkat ini, terbayang , kan, betapa kerasnya pekerjaan usus dalam system pencernaan?

Mengenal Bakteri Baik dan Bakteri Merugikan

Masih ingat dengan mikro organisme yang hidup dalam usus? Mikro organisme alias bakteri ini terbagi menjadi 3 yaitu mikro organism merugikan, mikro organism oportunitis, dan mirko organism baik (dikenal dengan nama Lactobacillus ). Dalam kondisi tubuh yang sehat, bakteri baik dan bakteri merugikan ini haruslah seimbang. Jangan sampai bakteri merugikan lebih banyak dari bakter ibaik.

Seperti apakah kondisi system pencernaan yang seimbang antara bakteri merugikan dan bakteri baik? Cek, apakah Anda rutin buang air besar sekali dalam sehari? Nyeri, mulas pada perut hingga terasa begah. Jika ini tidak terasa dalam tubuh, bisa disimpulkan system pencernaan Anda berjalan dengan baik.

Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, bisa jadi pencernaan Anda terganggu. Penyebabnya adalah jumlah bakteri merugikan lebih banyak dari bakteri baik dalam usus, yang bisa diakibatkan karena, misalnya, asupan yang tak terjaga kehigienisannya sehingga tercemar bakteri. Apa yang bisa dilakukan? Berilah tubuh asupan bakteri baik yang bisa membantu menekan pertumbuhan bakteri merugikan, dan membantu memperbaiki system pencernaan.

Karena fungsinya ini, bakteri baik juga membantu menjaga kondisi tubuh. Gambarannya seperti ini, asupan bakteri baik memberikan sinyal pada tubuh untuk selalu siaga jika ada penyakit atau kuman yang hendak masuk kedalam tubuh. Ini semua, pada awalnya dilakukan lewat tonjolan-tonjolan yang terdapat dalam usus halus. Sehingga tak hanya gangguan pencernaan seperti diare yang bisa diantisipasi dengan asupan bakteri baik atau keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri merugikan dalam usus, tapi juga gangguan lainnya seperti demam hingga alergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s