Penyakit Keputihan / Infeksi Jamur Vagina

Hampir semua wanita di dunia ini memiliki masalah dengan berulangnya penyakit keputihan / infeksi jamur vagina . Hal ini karena wanita memiliki bagian seksual internal yang akan sangat mudah diserang oleh infeksi semacam ini. Infeksi jamur vagina sendiri sebenarnya disebabkan oleh organisme jamur yang tumbuh lebih dari yang seharusnya, sehingga dapat menyebabkan infeksi di bagian dalam tubuh wanita . Infeksi ini sangat mengganggu dan sangat memalukan ketika mereka harus melakukan hubungan seksual. Menderita infeksi ini  akan menyebabkan rasa gatal pada bagian internal vagina, dan jika keadaannya parah maka akan menjadi sangat menderita ketika saat melakukan hubungan seksual .

Gejala Penyakit Keputihan / Infeksi Jamur Vagina .

Infeksi jamur vagina harus diperlakukan dengan sangat baik sehingga tidak akan menjadi  parah dan berbahaya. Sebelum mengobati infeksi semacam ini, kaum wanita harus tahu tentang beberapa gejala yang dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang diserang oleh penyakit keputihan / infeksi jamur vagina. Gejala yang paling mudah yang dapat Anda rasakan adalah rasa gatal-gatal pada areal vagina. Namun, dapat hilang dengan mudah jika infeksi ini ditangani dengan baik . Anda mungkin merasa bahwa itu akan lebih baik bila Anda kencing, karena semua infeksi dicuci oleh  urin. Namun ini  hanya sementara saja. Gatal akan muncul dan berlanjut jika infeksi jamur vagina masih terjadi.

Gejala berikutnya yang dapat Anda lihat dengan mudah dari infeksi jamur vagina adalah semacam cairan putih yang berasal dari vagina. Dalam beberapa kasus, perempuan mendapatkan banyak kotoran dan sangat mengganggu. Jenis debit memiliki bahan padat kecil seperti katun basah yang dapat dengan mudah ditemukan di vagina. Jika Anda menemukan hal semacam ini, maka bisa diyakini bahwa Anda menderita penyakit keputihan / infeksi jamur vagina. Cara termudah berikutnya untuk memutuskan apakah Anda terinfeksi oleh infeksi ragi adalah dengan memperhatikan bau yang disebabkan oleh infeksi semacam ini. Dalam situasi normal, wanita akan memproduksi “bau khas wanita” yang akan terjadi pada setiap wanita di dunia. Tapi, ketika mereka terinfeksi, bau mereka akan jauh berbeda . Infeksi jamur vagina menyebabkan bau yang tidak sedap, dan itulah sebabnya infeksi ini membuat Anda merasa sangat malu untuk melakukan hubungan seksual.

Namun, ada satu hal penting yang Anda harus peduli tentang kambuhnya infeksi jamur vagina. Memiliki gejala-gejala seperti diatas tidak berarti bahwa Anda terinfeksi oleh infeksi jamur 100%. Hal ini karena ada satu infeksi yang memiliki gejala sama seperti infeksi jamur vagina berulang miliki. Infeksi ini disebut Trichomonas vaginalis. Jenis infeksi ini disebabkan oleh protozoa yang biasanya hidup dalam anus. Itu sebabnya untuk mencegah infeksi semacam ini, anda hanya perlu untuk menyeka dari depan ke belakang. Ketika Anda mendapatkan diare, Anda juga dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan jenis infeksi.

Beberapa Penyebab Penyakit Keputihan / Infeksi Jamur Vagina .

Ada banyak penyebab yang dapat kambuhnya infeksi jamur vagina. Penyebab pertama adalah perubahan hormonal, seperti kehamilan. Ketika seorang wanita hamil, vagina akan menjadi lebih sedikit asam/ agak basa. Itulah sebabnya infeksi jamur dapat menyerang mereka dengan mudah, karena organisme ragi mencintai tempat dengan kondisi sperti ini . Selain kehamilan, beberapa penyakit seperti diabetes juga mengambil andil yang  besar dalam menyebabkan kambuhnya infeksi jamur vagina. Itulah sebabnya seseorang yang menderita diabetes akan dapat terinfeksi dengan mudah. Dan itu juga terjadi pada wanita normal. Konsumsi gula terlalu banyak akan dapat menyebabkan infeksi semacam ini.

Minum antibiotik juga dapat menyebabkan kambuhnya infeksi jamur vagina. Hal ini karena antibiotik dapat membunuh beberapa bakteri yang mungkin sangat penting dalam tubuh, dan membiarkan organisme jamur untuk mengambil alih. Itulah sebabnya infeksi jamur dapat menyerang wanita dengan mudah. Penyebab lain yang dapat menyebabkan infeksi jamur vagina adalah hubungan seksual. Beberapa wanita kadang-kadang alergi terhadap air mani, dan bahwa alergi dapat menyebabkan infeksi semacam ini. Karena itu, setelah melakukan hubungan seksual, Anda harus membersihkan vagina dengan baik sehingga infeksi semacam ini tidak akan terjadi pada Anda yang dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari karena gatal-gatal. Setelah mengetahui semua, Anda harus selalu menjaga kebersihan bagian internal Anda untuk menghindari kambuhnya infeksi semacam ini.

Managing common vulvar skin conditions

Kenali Ciri Tubuh Terkena “Appendicitis”

PENYAKIT radang usus buntu atau appendicitis bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi usus buntu yang meradang. Beberapa faktor penyebab terjadinya appendicitis adalah:

- Infeksi bakteri. Bakteri dapat menginfeksi bagian appendiks yang menyebabkan peradangan pada daerah tersebut.

- Penyumbatan appendiks. Tumbuhnya jaringan limfe, tinja, tumor appendiks dan cacing askaris dapat menyebabkan penyumbatan appendiks. Ruang dalam appendiks sangat sempit, sehingga bahan-bahan buangan atau benda asing di atas yang terperangkap di dalam appendiks dan menyebabkan penyumbatan menyebabkan radang yang hebat dan dapat menimbulkan infeksi.

- Hambatan aliran lendir ke sekum. Appendiks menghasilkan lendir 1-2 ml per hari, lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lubang apendik dan selanjutnya mengalir ke sekum. Terhambatnya aliran lendir dari appendiks tersebut akan membentuk sumbatan pada appendiks yang menimbulkan peradangan pada daerah appendiks dan infeksi pada appendiks.

Gejala utamanya adalah sakit di bagian perut. Lokasi nyeri yang muncul mungkin akan bervariasi, hal ini tergantung pada usia dan posisi usus buntu. Pada anak kecil atau perempuan hamil, sakit yang muncul mungkin berada di tempat berbeda. Kadang ketika perut sakit orang jarang yang berpikir itu usus buntu tapi menduganya maag. Tapi sebenarnya gejala radang usus buntu sangat khas. Tanda-tanda gangguan pada usus buntu, yaitu: rasa sakit yang dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan perut; rasa sakit akan semakin terasa selama beberapa jam; rasa sakit akan semakin timbul jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan; nyeri yang memburuk ketika sedang batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain yang mengguncang tubuh; kehilangan nafsu makan; mual dan muntah karena adanya hambatan pada usus; demam; sembelit; ketidakmampuan untuk membuang gas; diare; serta perut yang terlihat membengkak.

Benarkah makanan biji-bijian penyebab usus buntu?

Selama ini orang banyak beranggapan usus buntu terjadi karena sering makan biji-bijian yang sulit dikunyah halus. Anggapan seperti itu tidak benar tapi juga tidak salah. Memang radang usus buntu terjadi karena ada penyumbatan di wilayah ini. Penyumbatan ini yang paling sering adalah dari sisa-sisa makanan yang berupa tinja atau feses.

Sisa-sisa makanan dan tinja yang mengeras akan terjebak di lubang rongga sehingga menimbulkan penyumbatan. Penyumbatan ini membuat bakteri atau virus terperangkap di dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Nah, infeksi inilah yang membuat radang usus buntu.

Konsumsi cabai atau jambu beserta bijinya seringkali tidak tercerna dengan baik, sehingga masuk ke dalam saluran usus buntu sebagai benda asing. Makanya untuk mencegah peradangan usus buntu disarankan sering mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah. Hal ini karena serat yang dikonsumsi bisa membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu lama berada di dalam usus

Kesukaan Timbun Barang Adalah Gangguan Psikologis

Orang yang menimbun barang dalam jumlah sangat banyak dan tidak membuang yang sudah tidak bernilai atau rusak, biasanya punya gangguan psikologis

Fiona Morrissey adalah seorang penata barang professional. Ia membantu para kliennya memperbaiki dan mengatur lemari pakaian, kertas kerja, dan barang-barang lainnya, serta membuang barang-barang tidak terpakai yang makan tempat dan menyerap debu. Beberapa kliennya mengumpulkan terlalu banyak barang.

“Anda tidak butuh semua ini lagi. Bagaimana kalau kita lipat? Anda tidak bisa membuangnya ke tempat sampah seperti itu.  Anda punya gunting?” ujar Morrissey kepada Mary, salah seorang kliennya.

Continue reading

Kisah Seorang Penarik Becak di Kota New York

Ada ratusan cara untuk bertamasya di kota New York. Kota ini tidak pernah tidur, dan lebih dari delapan juta penduduknya mencari nafkah dengan berbagai cara.

Frankie Legarreta, seorang pengemudi becak di pusat kota New York bersama penumpangnya (foto: dok)

Seorang penarik becak di pusat kota New York mengatakan bahwa menghindari kemacetan lalu lintas dengan kendaraan beroda tiga itu adalah satu-satunya cara hidup yang dipilihnya.

“Bersiaplah. Rasanya akan seperti naik roller coaster atau halilintar!,” demikian ujar Frankie Legarreta, seorang pengemudi becak di Manhattan, New York.

Continue reading

Kandungan Karbohidratnya Rendah

Masyarakat nusantara ini memang agak susah makan tanpa nasi. Tentunya menjadi lebih susah bagi penderita diabetes karena harus mengurangi kadar gula lewat konsumsi nasi ini. Namun, kesulitan itu sepertinya kini bisa diatasi dengan cara mengonsumi beras Ponni. Kelebihannya, karbohidrat yang mengendap di dalam beras ini serta merta berubah menjadi energi atau tenaga bukan justru mengendap jadi gula. Bagaimana sesungguhnya keberadaan beras yang sangat istimewa dan menjadi solusi yang aman bagi penderita hipertensi dan juga diabetes ini?

INDIA merupakan negara besar dengan jumlah penduduk mencapai 1 milyar jiwa, kedua terbanyak di dunia setelah Cina. Beras IndiaDi Bumi Bratavarasa itu juga tumbuh padi yang memiliki khasiat luar biasa. Padi varietas mani chamba. Bila telah diolah menjadi beras Ponni, padi ini sangat aman dikonsumsi penderita diabetes. Soalnya, padi ini memiliki kadar karbohidrat sangat rendah.

Masyarakat India telah lama mengenalnya. Padi mani chamba yang hanya tumbuh di dataran kapur Bangalore, India Selatan ini, setidaknya telah dikonsumsi masyarakat setempat sejak ratusan tahun lalu. Bahkan, mereka mengenalnya sebagai salah satu obat tradisional.

Continue reading

Mata Sehat Jendela Hati

SEPERTI kerap disitir bahkan sudah menjadi pepatah klasik “Mata merupakan jendela hati”. Realitas itu benar adanya. Indikasi itu merefleksikan bahwa betapa pentingnya peranan mata dalam kehidupan di dunia ini. Fungsi mata sesungguhnya memang sangat vital dan strategis. Karena itu, sewajarnya keberadaan mata ini jangan disia-siakan. Sebetulnya, menjaga kesehatan mata dengan spirit tinggi wajib hukumnya.

DISEBUTKAN bahwa sekitar 100 juta penduduk dunia mengalami kehilangan penglihatan setiap tahunnya. Beberapa di antaranya disebabkan oleh penyakit mata yang sebenarnya bisa dicegah sebelum parah dan menimbulkan komplikasi kebutaan. Kadangkala karena faktor kesibukan, persoalan mata tidak mendapat penanganan memadai. Padahal untuk menjaga mata agar tetap sehat, tidak boleh ada kebiasaan lupa. Sebab jika ini diabaikan cepat atau lambat akan menimbulkan gangguan pada penglihatan. Untuk memelihara mata penangannya tidak perlu mekanisme yang komplek. Sederhana saja langkahnya agar mata senantiasa sehat.

Berikut beberapa tips dan kiat-kiat sederhana yang harus diupayakan dalam menjaga kesehatan mata kita.

- Gunakan Kacamata Anti Sinar Ultraviolet

Kacamata hitam (sunglasses), terutama yang mampu menangkal sinar ultraviolet diyakini bisa menghambat terjadinya katarak. Hal itu dikarenakan kacamata tersebut mampu melindungi mata dari terpaan sinar ultraviolet secara langsung. Sinar ultraviolet secara langsung itu salah satunya sebagai penyumbang penyakit katarak.

-Hindari Rokok

Selain merokok dari segi kesehatan memberi imbas yang tidak baik dan akibatnya sangat buruk terutama pada paru-paru, juga mampu merusak retina mata. Retina ini merupakan lapisan mata yang mengandung saraf penglihatan. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa perokok memiliki risiko yang tinggi terhadap kerusakan retina matanya.

- Makan Makanan Bergizi

Bagi sebagian besar orang wortel dianggap baik untuk kesehatan mata. Selain wortel, makan sayur-sayuran berbagai jenis, terutama yang berwarna hijau sangat dianjurkan. Upayakan sayuran yang dipilih yang kaya akan vitamin C dan E, zinc, serta asam lemak omega tiga. Semua zat tersebut di atas telah diteliti dan terbukti mampu menjaga kesehatan saraf mata dengan baik.

- Gunakan Pelindung Mata

Diperkirakan lebih dari 10 juta kecelakaan kerja setiap tahun terkait soal mata. Tidak jarang seseorang kehilangan penglihatan dari kecelakaan tersebut. Kecelakaan itu paling sering disebabkan aktivitas seperti memotong rumput, mengelas besi, menyemprotkan insektisida, dan beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan membangun atau memperbaiki rumah. Kecelakaan tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila ada kesadaran pentingnya pemakaian pelindung mata (minimal kacamata) ketika melakukan pekerjaan yang sangat berisiko seperti yang telah disebutkan di atas.

- Kenali Riwayat Penyakit Dalam Keluarga

Beberapa penyakit mata diperkirakan berhubungan dengan faktor keturunan (genetik). Faktor genetik dapat mempengaruhi secara langsung seperti pada sakit glaucoma. Bisa juga secara tidak langsung melalui penyakit hipertensi atau kencing manis. Penyakit kencing manis ini dapat merusak lapisan retina mata ini. Dengan mengetahui riwayat penyakit keluarga sendiri. Langkah selanjutnya, harus ada kesadaran dan kewaspadaan yang baik terhadap risiko penyakit yang berpeluang dialami ini.

- Istirahatkan Mata Kita

Jika mata ini sudah terasa lelah saat membaca atau melakukan aktivitas lainnya, seperti bekerja di depan computer, sebaiknya jangan terlalu memforsir diri. Bagaimanapun mata perlu diistirahatkan. Tujuannya agar mata segar kembali. Salah satu caranya menggunakan rumus 20-20-20. Saat kita menggunakan komputer atau membaca, biasakan untuk mengalihkan pandangan kita setiap 20 menit ke arah objek yang jaraknya 20 kaki (6 meter) dari posisi kita selama 20 detik.

- Periksakan Mata Secara Rutin

Sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian besar masyarakat, baru tergerak memeriksakan kesehatan mata setelah timbul gejala yang dirasakan sangat mengganggu. Kebiasaan tersebut dapat membuat keterlambatan mendapatkan pengobatan yang baik. Oleh karena itu, kita sebaiknya rutin memeriksakan kesehatan mata setiap lima tahun. Ketika berusia antara 40-60 tahun dan setiap tahun ketika telah berumur di atas 60 tahun. Pemeriksaan rutin tersebut hendaknya dilakukan walaupun pada saat itu tidak dirasakan adanya gangguan pada mata sama sekali.

· dr. Putu Adhi Surya Pradana

Mengenal dan Menangani Penyakit Reumatik

PENYAKIT rematik sudah lumrah dan jamak terjadi di masyarakat terutama di daerah-daerah pengunungan. Menderita sakit nyeri sendi alias rematik itu memang sungguh menyiksa. Apalagi disertai dengan pembengkakan, kaku sendi, dan gangguan pergerakan. Munculnya kesakitan mengakibatkan terjadi hambatan melakukan pekerjaan.

Gejala rematik terkadang kurang dihiraukan dan dihilangkan dengan minum obat penghilang nyeri atau jamu antirematik yang dijual bebas. Penderita juga acapkali menunda melakukan konsultasi ke dokter. Padahal pengobatan yang cepat dan tepat merupakan keharusan untuk mencegah bahaya penyakit rematik ini. Masalahnya, perjalanan penyakitnya bersifat kronis dan fluktuatif.

Memahami penyakit rematik sangat penting sebab dikenal lebih dari 110 jenis. Semuanya menunjukkan gambaran klinik yang hampir sama. Akan tetapi, penyebab, patofisiologi dan penanganannya berbeda. Mengonsumsi obat atau jamu antirematik sembarangan akan mengakibatkan efek samping yang serius, di antaranya pendarahan saluran cerna.

Sering pasien harus masuk rumah sakit bukan karena penyakit rematik. Efek samping obat atau jamu yang diminum akan berpengaruh bila usia penderita sudah lanjut disertai pula dengan gangguan hati dan ginjal. Penyakit rematik yang paling banyak dijumpai adalah Artritis Reumatoid (AR), Osteoartritis (OA), dan Artritis Pirai (Gout). Jenis penyakit rematik lainnya misalnya Sistemik Lupus Eritematosus (SLE), dan penyakit Rematik Jaringan Lunak.

Artritis Rematoid(AR)

Artritis Rematoid adalah penyakit peradangan kronik sistemik pada sendi. Kelainannya ini berupa peradangan sendi perifer dan biasanya simetris. Penyebab utamanya belum dapat dipastikan. Tetapi faktor infeksi virus, bakteri, cuaca, genetik, usia, jenis kelamin dan psikologis besar pengaruhnya. Tidak jelas antigen apa sebagai pencetus awal sakit ini. Pembentukan faktor rematoid, suatu antibodi terhadap antibodi abnormal sehingga terjadi reaksi autoimun.

Gejala umum AR terutama mengenai sendi kecil dan simetris, misalnya sendi pergelangan tangan, lutut, kaki, siku, bahu, panggul, pergelangan kaki dan leher. Kelainan di luar jaringan sendi bisa ditemukan berupa nodul subkutan (nodul rematoid).

Diagnosis AR dapat ditegakkan apabila terdapat empat atau lebih kriteria berikut ini dan terjadi sedikitnya dalam enam minggu. Kaku sendi pagi hari minimal satu jam, radang pada tiga sendi atau lebih.

Radang pada sendi tangan, radang sendi yang simetris, Nodul rematoid, faktor rematoid positif, Gambaran radiologis yang khas. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan umumnya pemeriksaan darah lengkap, Faktor Rematoid (FR), C reaktif protein. Pada pemeriksaan radiologis dapat terlihat pembengkakan jaringan lunak sekitar sendi, penyempitan ruang sendi, demineralisasi, osteoporosis, erosi tulang atau subluksasi sendi.

Penanganan AR secara terpadu ditujukan untuk mengurangi peradangan sendi, mempertahankan fungsi sendi, mencegah kecacatan dan memperbaiki kerusakan sendi. Sendi yang terkena peradangan perlu diistirahatkan misalnya dengan “splint”, mengurangi nyeri dengan pemanasan, hidroterapi dan terapi pengobatan.

Terapi Pengobatan meliputi pemberian obat penghilang nyeri dan antiinflamasi (OAINS), seperti: asetosal, asam mefenamat, ibuprofen, indometasin, ketoprofen, natrium diclofenac serta obat yang dapat mencegah progresivitas yang disebut obat remitif (DMARD): klorokuin, sulfasalasin, garam emas, metotrexat) yang dapat diberikan dengan sistem piramida, kombinasi dua jenis DMARD, atau kombinasi multi DMARD dengan sistem Step Down Bridging. AR dikatakan mengalami perbaikan apabila kaku sendi sudah berkurang tidak lebih dari 15 menit, nyeri sendi dan bengkaknya juga berkurang.

Osteoartritis (OA)

Merupakan kelainan degeneratif sendi dimana terjadi penipisan tulang rawan sendi dan pembentukan osteofit yang dapat menyebabkan gangguan fungsi sendi. Sendi yang terkena paling sering yaitu tulang belakang, panggul, lutut, pergelangan kaki dan tangan. Keluhan biasanya terjadi setelah usia 40 tahun berupa nyeri satu atau beberapa sendi. Nyeri dapat membaik setelah istirahat. Jika pada OA berlanjut dan memberat walau saat istirahat nyeri tetap terasa. Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai dengan atau tanda radang, terdengar krepitasi, sertapada keadaan lanjut dapat terjadi deformitas atau subluksasi sendi.

Penyebab pasti OA belum diketahui. Pada OA Primer faktor yang mempengaruhi di antaranya, keturunan, usia, trauma mekanis, atau kelainan biokimia tulang rawan. Sementara pada OA Sekunder banyak faktor yang menyebabkan di antaranya penyakit-penyakit kelainan metabolisme, kelainan tulang, peradangan sendi, kelainan pembekuan darah, ketidakseimbangan mekanis sendi serta pada pemakain kortikosteroid yang berlebihan. Diagonis dapat ditegakkan berdasarkaan gejala klinis dan pemeriksaan radiologis (penyempitan celah sendi, pembentukan osteofit/taji), sklerosis tulang sub khondral). Kelainan labolatoris bisa tidak ditemukan

Penatalaksanaan OA meliputi mencari dan mengkoreksi faktor penyebab, mengistirahatkan sendi, pemanasan, senam rematik dan pemberian obat analgetik (OAINS). Kortikosteroid tidak dianjurkan penggunaannya secara sistemik namun apabila dipandang perlu sebaiknya diberikan intraartikuler jangan lebih dari tiga kali dalam setahun pada sendi yang sama. Bila pengobatan gagal atau timbul kecacatan mungkin diperlukan tindakan operatif.

Artritis Pirai (Artritis Gout)

Artritis pirai atau gout disebabkan kelainan metabolisme asam urat. Terjadinya kelebihan kadar asam urat dalam darah (hiperurikemia) dan endapan kristal asam urat pada jaringan sendi terutama ibu jari kaki. Secara umum penanganannya dengan mengatur diet (rendah purin), istirahat sendi dan pengobatan untuk menghilangkan nyeri dan peradangan pada fase serangan akut. Pengobatannya antara lain dengan kolkisin, OAINS, dan kortikosteroid. Obat penurun kadar asam urat (allopurinol atau urikosurik) tidak diberikan pada fase akut. Sedangkan pasien dengan kadar asam urat tinggi dan telah rutin mendapat obat penurun asam urat sebaiknya tetap diberikan

Artritis rematoid, osteoartritis dan artritis pirai (gout) adalah beberapa jenis penyakit rematik yang paling sering dijumpai. Mengenal dan menangani rematik dengan baik memerlukan upaya jangka panjang dan pengertian serta kerja sama yang baik antara pasien, keluarga pasien dan dokter sehingga pasien tidak cepat putus asa dalam mengupayakan kesembuhannya.